9/23/2020

Cara Menghitung Diskon - Menjadi Konsumen Cerdas

Cara menghitung diskon - Bagi sebagian besar orang, shopping di pusat perbelanjaan akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri. Secara rutin tiap akhir pekan beberapa gerai di pusat perbelanjaan memberikan potongan harga yang membuat kita ngiler buat berbelanja. Sebuah merek sepatu ternama misalnya, tertera tulisan diskon 50 persen + 10 persen. 


Cara Menghitung Diskon - Menjadi Konsumen Cerdas
Ilustrasi Penawaran Diskon


Siapa yang tidak tergugah untuk menambah koleksi sepatu branded di rumah? Sepatu favorit kamu seharga 900 ribu rupiah ada tulisan besaran diskon disampingnya.

Namun apa 50 persen + 10 persen artinya kamu bakal dapat diskon 60 persen ? Saat kamu melakukan pembayaran di kasir, kamu harus merogoh Rp 405 ribu, bukan Rp 360 ribu seperti yang kamu duga sebelumnya.

Tips : Tanyakan dulu hasil akhir sebuah item barang yang sedang promo setelah didiskon, agar kamu tidak merasa kecele.

Pusing ? Nominal potongan harga sulit dihitung secara cepat tanpa kita melakukan coret-coretan dulu, apalagi kalau nilai matematika kita dulu pas-pasan, hehe just kidding.

Jenis diskon yang sering kita jumpai :

  • Diskon …%  atau …% off
  • Diskon …% + …%
  • Buy … Get … Free
  • Promo Cashback
  • Diskon ... untuk Pembelian Berikutnya
  • Discount Up to …% All Item


Simak tips cara menghitung Diskon dikutip dari Danaxtra :

  1. Diskon ....% atau ....% off. Tipe diskon ini bisa kita hitung diluar kepala. Caranya cukup mudah (potongan harga/100) X harga. Jadi kalau kamu mengincar sepatu yang memberikan diskon 60 persen atau 60 persen off, maka kamu menghemat 540 ribu rupiah, sehingga nominal akhir yang harus kamu bayar adalah Rp 900 ribu - (60 persen X 900 ribu) = Rp 360 ribu.
  2. Diskon …% + …%. Ini cara menghitung diskon untuk contoh kasus diskon 50 persen + 10 persen diatas. Hasil akhir setelah didiskon bukan 60 persen, tapi barang didiskon 50 persen terlebih dahulu. Lalu hasilnya didiskon kembali sebesar 10 persen. Jadi untuk sepatu branded seharga Rp 900 ribu diatas kalau kita lakukan perhitungan adalah sebagai berikut : Diskon pertama sebesar 50 persen X Rp 900 ribu = Rp 450 ribu, diskon yang kedua sebesar 10 persen dari Rp 450 ribu = Rp 45 ribu. Jadi total keseluruhan diskon yang kamu dapatkan adalah Rp 450 ribu + Rp 45 ribu = Rp 495 ribu. Jadi nominal yang harus kamu bayar adalah Rp 900 ribu - Rp 495 ribu = Rp 405 ribu.
  3. Buy … Get … Free. Promo ini mudah sekali kita hitung. Kita tinggal mengalikan harga item dengan jumlah item yang akan kita dapatkan. Lalu kurangi total nominal harga item dengan harga item yang wajib kita bayar. Jadi kalau kita melihat sebuah blus dengan tipe diskon buy 1 get 1 free, sebetulnya sama saja kita membeli dua buah blus sekaligus dengan harga yang sama, namun kita melakukan pembayaran seharga 1 buah blus saja. Nilai diskon seperti ini adalah 50 persen. Bagaimana kalau promonya Buy  3 Get 2 Free. Nah untuk blus cantik yang kita incar dan juga teman-temannya, kita tinggal jumlahkan total nominal harga item. Contoh Rp 300 ribu X 3 = Rp 900 ribu. Dengan kita melakukan pembayaran Rp 900 ribu, namun kita mendapatkan 5 item blus senilai 5 X Rp 300 ribu = 1,5 juta rupiah. Jadi total penghematan yang kita dapatkan adalah 600 ribu rupiah. Nilai diskon sesungguhnya adalah 40 persen. Hanya agar terlihat tidak membebani otak, membeli 5 blus sekali transaksi.
  4. Promo Cashback. Promo jenis ini akan sangat menggiurkan karena biasanya kita menyangka akan mendapatkan uang dalam bentuk tunai, padahal kenyataannya tidak. Umumnya bentuk cashback yang diberikan dalam bentuk voucher. Misalnya setiap berbelanja Rp 100 ribu, kita akan mendapatkan cashback senilai Rp 250 ribu. Cashback bisa juga diberikan dalam bentuk poin pada akun toko online kita. Bisa juga dalam bentuk kredit yang akan dimasukkan pada kartu kredit yang kita miliki (cashback credit card). Sesungguhnya keuntungan akan menjadi kurang adil jika kita hitung dalam bentuk persentase, karena keuntungan yang kita dapatkan bukan dalam bentuk uang tunai. Jika voucher tersebut kita tebus tidak berkaitan dengan apa yang kita butuhkan, maka disitu voucher jadi kurang berguna.
  5. Diskon ... untuk Pembelian Berikutnya. Contoh bentuk diskon lain adalah pembelian berikutnya diskon 50 persen. Untuk promo ini, kita bisa melakukan penghitungan berapa persen diskon sesunggunhnya yang akan kita dapatkan. Kita hitung dulu diskon untuk item barang kedua, lalu kita cari persentase sebenarnya keseluruhan nilai 2 barang. Contoh untuk pembelian 1 buah blus. Harga barang sebesar Rp 300 ribu, kemudian diskon 50 persen untuk pembelian item dengan harga yang sama persis saat pembelian selanjutnya. Maka berapa sih keuntungan yang kita dapatkan? Pembelian item pertama sebesar Rp 300 ribu, pembelian item kedua = (50/100) X Rp 300 ribu = Rp 150 ribu. Total seluruh uang yang kita bayarkan adalah Rp 300 ribu + Rp 150 ribu = 450 ribu rupiah. Jadi kalau kita seharusnya harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 600 ribu untuk 2 item blus, dengan adanya promo ini cuma perlu membayar Rp 450 ribu. Sebetulnya berapa sih keuntungan sebenarnya yang kita dapatkan ? Hemat = 600 ribu rupiah - 450 ribu rupiah = 150 ribu rupiah. (150 ribu rupiah/600 ribu rupiah) X 100 persen = 25 persen. Jadi saat kita ditawari tipe diskon 50 persen untuk barang selanjutnya dengan harga sama, sesunggugnya kita hanya mendapatkan diskon sebesar 25 persen untuk pembelian 2 item blus yang sama.
  6. Discount Up to …% All Item. Kita mungkin langsung melotot melihat tulisan Discount Up to 70% All Item pada sebuah gerai, serta langsung merasa ingin memborong semua item di gerai tersebut. Sebab menurut kita hal itu jarang sekali terjadi. Eiits, sabar dulu. Jangan salah paham. Setelah tulisan diskon jangan kita lupakan ada kata -  kata "up to". Jadi ini adalah diskon maksimal di gerai tersebut. Kata - kata "up to" tidak ditujukan untuk semua item, walaupun memang ada beberapa item yang diskon hingga 70 persen, namun kenyataannya mungkin ada yang hanya 10 persen, 25 persen dan atau 50 persen. Yang terjadi banyak yang gelap mata melihat penawaran ini, sehingga melupakan adanya tulisan "up to". Bisa jadi diskon besar ditujukan untuk barang dengan murah atau barang yang sudah lama tersedia namun belum habis terjual. Penting untuk menahan nafsu berbelanja, tetap gunakan akan sehat.


Cermat Cara Menghitung Diskon Sebelum Membayar



Dengan semakin kreatifnya para pelaku pemasaran mengemas aneka model diskon saat membuat promo, memerlukan kehati-hatian serta cek dan ricek dari calon konsumen. Belum tentu sebuah pomosi diskon memberikan banyak keuntungan buat kita.

Kita perlu melakukan perhitungan hasil akhir sebuah promosi lebih dahulu, alih-alih melakukan penghematan, yang terjadi justru pemborosan. Membeli barang yang memang kita butuhkan lebih baik walaupun diskonnya kecil daripada mendapat diskon besar untuk barang yang jarang kita pakai.

Demikianlah artikel cara menghitung diskon, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

/**************** READ ME ****************/

---> Blog ini menggunakan Sistem DoFollow, jadi manfaatkan kesempatan ini untuk komentar menggunakan Anonymous atau Name/URL <---

-----------------------------
NB: Selama Bukan Mengandung Pornografi/Judi/Unsur Kekerasan
-----------------------------